Angan Semu Tentang Kesombongan

Pernah merasa bahwa kita telah meraih sangat banyak hal dalam hidup? Pernah merasa kita sangat dibutuhkan oleh orang lain? Pernah merasa bahwa kita seseorang yang penting? Semua perasaan itu adalah angan semu tentang kesombongan diri kita.

Forever Fragrance

Iya, semua itu hanya sekedar angan semu yang terhembus akibat kurangnya kesadaran diri kita atas pemberian dari Allah. Karena semua yang kita miliki sekarang, bukan benar-benar miliki kita. Semua yang kita miliki adalah pemberian, bahkan hanya titipan yang kapan saja bisa diambil oleh Sang Pemilik Kehidupan.

Lalu apa yang bisa kita sombongan dari semua titipan itu? Pantaskah kita pongah atas hal-hal yang tidak benar-benar kita miliki?

Well, saya tahu tulisan ini mungkin agak dianggap terlalu menggurui. Saya memang bukan guru, saya hanya manusia yang tak pernah lelah belajar, baik pelajaran yang diberikan oleh orang lain, maupun ilmu yang ditawarkan oleh kehidupan. Tapi saya hanya ingin membagi pemikiran saya tentang betapa imajinernya pemikiran kita terhadap hal-hal yang kita miliki hingga membuat kita sering terserang penyakit sombong.

Kita semua pasti pernah melihat seorang petinggi negara yang begitu hebat, yang begitu di kagumi, yang bekerja dengan luar biasa, namun kemudian dipenghujung karier atau usianya semua kehebatan itu musnah salam sekali jentikan jari. Itu sebuah pertanda yang jelas dari Allah, bahwa kehebatan, tahta, dan penghormatan itu adalah sebuah pemberian dari Allah, hanya sekedar titipan yang akan diambil kembali.

Kita juga mungkin sering melihat seorang selebriti yang begitu rupawan, yang sangat dikenal, yang bakatnya tak diragukan lagi, namun kemudian tersandung masalah ini dan itu hingga membuatnya tersingkir dari ketenaran. Bukankah itu juga sebuah pertanda yang jelas dari Allah, bahwa semua keindahan, kepopuleran, bahkan bakat yang kita miliki hanyalah sebuah pinjaman yang pasti akan diminta kembali oleh Sang Pemilki.

Tak jarang kita melihat seorang genius yang pemikiran-pemikirannya begitu luar biasa, juga seorang pemuka agama yang jamaahnya mencapai angka jutaan, dan pengusaha yang hartanya tak terhitung jumlahnya, kemudian Allah mencabut nyawanya tanpa aba-aba. Kemudian habislah semua kedigdayaannya dalam sekejap mata. Bukankah itu pertanda yang jelas bahwa segala yang ada bukan benar-benar milik kita.

Karier, ilmu, dan bakat yang kita miliki adalah barang sewaan yang punya batas waktu. Kita tak tahu kapan waktunya habis, tapi tak ada yang abadi. Harta, tahta, bahkan keluarga kita pun hanya pinjaman yang bisa diambil kapan saja. Bahkan jika saja kita ingat bahwa selalu ada langit diatas langit, bahwa selalu ada orang yang lebih pintar dari kita, lebih kaya dari kita, lebih hebat dari kita, seharusnya kita malu menyimpan kesombongan.

Lalu apa yang membuat kita sombong? Bukankah kita tak pernah memiliki kendali atas apapun? Bukankah kita bahkan tak pernah bisa menebak hidup kita sedetik yang akan datang? Bukankah kita tak punya kuasa yang mampu melebihi ketentuan Allah? Lalu apa yang membuat kita pantas menjadi orang yang angkuh?

Lupakah kita pada Allah hingga masih memelihara angan semu tentang kesombongan terhadap hal-hal yang saat ini kita miliki? Karena bahkan jika Allah berkehendak, Ia bisa saja mencabut semua hidayah yang ada pada diri seorang manusia. Karena bahkan jika telah datang waktunya, jasad ini hanya akan kembali menyatu dengan tanah.

Renungi semuanya, wahai kawan. Jangan simpan kesombongan itu pada hatimu. Biarkan segala yang kini kita miliki membuat kita semakin mensyukuri kebaikan-kebaikan Allah.  Jangan simpan keangkuhan itu pada pikiranmu. Jangan tunggu murka Allah atas sifatmu. Karena kemurahan yang Allah beri itu bahkan terlalu banyak jika dibandingkan dengan kepatuhan dan ketaatan kita pada-Nya.

main-qimg-a00bcf919ebffed20ea8bdbcabc0b4ae-c

source : quora.com

2 thoughts on “Angan Semu Tentang Kesombongan

  1. Terima kasih sudah mengingatkan Mbak..
    Kesombongan disadari atau tidak membawa kita pada sikap bahwa segala yang kita punya adalah hasil dari jerih payah kita. Kita lupa bahwa kemurahan Allah lah sebenarnya membuat kita memilikinya..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *