About Kinanti Kitty

Kinanti Wiranti Putri, yang lebih sering dipanggil kitty. Lahir di jakarta, akhir November tahun 1988. Namun kini tinggal di Tangerang Selatan bersama Suami dan kedua Putrinya. Kinanti terlahir sebagai anak satu-satunya, walau pun punya 3 adik laki-laki yang melengkapi hidupnya. Terlahir dari keluarga yang berlatar belakang seniman memiliki banyak andil dalam caranya melihat kehidupan. Walaupun tidak pernah memiliki keinginan menjadi artis, namun di masa kecilnya Kinanti pernah membintangi beberapa sinetron dan iklan. Diantaranya adalah Kau Selalu Dihatiku (Rapi Film), Si Doel Anak Sekolah (Karnos Film), Sarana Angkutan Rakyat / SAR (Karnos Film), Usaha Gawat Darurat / UGD (Karnos Film), dan beberapa peran di sinetron lain. Kinanti adalah seorang lulusan cumlaude dari STIKOM Interstudi jurusan Public Relations, yang memutuskan berhenti jadi orang kantoran sejak 2014. Saat ini fokus berbisnis dari dalam rumah, dan masih terus membaca dan menulis. Semua dilakukan disela kesibukan utamanya sebagai Ibu Rumah Tangga.

Resolusi 2018 Penting Nggak Sih?

Tahun udah ganti, kok kalender di rumah belom ganti ya? *plak* itu mah aku aja yang emang belom beli kalender 2018. Hehehehe… Tapi asli deh, mungkin ini adalah satu-satunya tahun baru yang nggak seheboh pergantian tahun sebelumnya. Mungkin karena aku udah tambah tua (halah), atau emang sebenernya ganti tahun ya emang cuma ganti kalender aja sih. Eh ngomong-ngomong ini blog belum lumutan kan saking jarangnya aku tulis? hahahaha… Blogger macam apa lah saya ini, kebanyakan nulisnya buat orang lain (yang bayar) dari pada buat blog sendiri.

Tahun lalu aku memulai tahun dengan sangat bersemangat, sampe bikin resolusi ini dan itu untuk tahun 2017 lalu. Alhamdulillah sih semua resolusiku tercapai kecuali ngurusin badan (eh). hahahaha… Aku tahu semua jenis resolusi itu bisa aja tercapai kalau mau usaha. Resolusi menulisku jelas tercapai karena aku usaha nulis tiap hari menghasilkan beberapa antologi (yang jumlah melebihi resolusiku), jadi kontributor penulis di salah satu media, dan juga menerbitkan novelku (yang jadwal terbitnya 2018). Tapi soal ngurusin badan satu-satunya usaha yang aku lakukan adalah tidak makan (hanya) saat puasa dan tidur, selebihnya satu mulus saya tidak berhenti makan. Udah jelas kan ya? hahaha..

Tapi mari berpisah dengan resolusi 2017 dan melangkah menuju 2018. Lalu gimana sama resolusi 2018?
Sebenernya penting nggak sih punya resolusi tahunan? Karena aku merasa tahun ini akan lebih menyenangkan tanpa perlu membuat resolusi. Aku tahu sih resolusi itu dibuat untuk menciptakan target untuk diri kita sendiri dan mengukur keberhasilan kita. Tapi kok kayanya pake resolusi jadinya ngoyo banget ya?

2018

Tapi baiklah, aku tetep bikin resolusi deh buat 2018. And, here it is…
1. Lebih rajin ibadah
2. Lebih rajin nulis
3. Labih rajin olahraga
4. Lebih sabar
5. Lebih banyak bermanfaat bagi orang lain

Udah gitu aja resolusinya.
Kok nggak detail? Itu cukup detail kok dan kalau benar-benar dilakukan maka hasilnya pasti mengikuti. Bukankah hasil akhir adalah buah dari proses? Jadi aku lebih memilih untuk menjadikan prosesnya sebagai resoluisku tahun 2018 ini. Sedangkan hasilnya aku serahkan kepada Allah SWT yang tentu lebih tahu apa saja yang baik untukku.

Nah kalau kamu, udah bikin resolusi 2018? Aku nggak pengen kepo sama resolusimu, aku cuma pengen ikut mendoakan agar resolusinya dapat berjalan dengan maksimal dan mendapat hasil sesuai harapan.

Anyway, SELAMAT TAHUN BARU, ya semuanya. Telat 8 hari nggak apa-apa lah ya. Hehehehe…

Novel Kalau Baper Makan Dulu (Review)

HaiHai… Aku bikin review novel lagi nih. Kali ini aku mau review Novel Kalau Baper Makan Dulu.
langsung aja ya…

KALAU BAPER MAKAN DULU
Penulis : Nikmatus solikha
Penerbit : Falcon Publishing

Ini blurb KALAU BAPER MAKAN DULU :
Selama ini Yuna enggak pernah peduli meski punya tubuh jumbo dan status jomblo. Selagi bisa makan enak, semua baik-baik saja. Tapi kehadiran Leo udah bikin Yuna berubah pikiran. Leo ganteng kadung bikin Yuna kesengsem. Tapi cowok ganteng tentu banyak diminati. Yuna punya banyak pesaing, bahkan Likateman baik Yunasampai rela mutusin pacarnya demi mengejar cinta Leo.

Yuna harus berubah! Dia bakal lakuin apa pun demi dapet perhatian Leo. Tapi kalau namanya baper, ya bikin laper. Ujung-ujungnya Yuna makan-makan dulu.

Please, mesti ya cowok cuma liat bodi doang?
Katanya cinta dari mata turun ke hati.
Tapi mungkin enggak sih cinta itu dari perut baru deh turun ke hati?

kbmd2

Ini baca blurb-nya kok kaya ngaca ya 😂 soalnya aku mirip banget sama Yuna yang nggak bisa bedain antara laper dan baper alias doyan makan. Hahahahaha…. untungnya badan aku nggak terlalu jumbo sih #eh 🙈

“Jangan nodain arti persahabatan cuma karena ada cowok jadi rebutan.” -Lika

Kata-katanya sih bener, tapi Lika nyebelin! Baru awal-awal baca aja aku udah baper sama kelakuannya Lika. Bukan cuma karena ngelanggar janji tentang akan sama-sama nge-jomblo selama di SMK, tapi si Lika malah ikut-ikutan nasir sama Leo. Padahal kan Yuna duluan yang liat cowo ganteng itu di perpus. Sahabat macam apaaahhh diaaahhh! *lebay* 😂

Selain hobi makan, Yuna juga hobi stalking. Hahahaha… Siapa lagi kalau bukan stalking si anak baru ganteng bernama Leo. Dari stalking FB Leo, Yuna jadi tahu kalau cowok itu memang populer, bahkan likers dan komentar si FBnya bisa sampe ratusan (lebihh)! Tapi gara-gara nge-stalk FB Leo, Yuna jadi tahu kalau tipe cewek yang disukai sama Leo jauuhh banget dari diri Yuna.

“Terima diri lo apa adanya, Yun. Baru orang lain bisa nerima lo apa adanya.”

Begitu kata si Rino menasehati sang kakak yang lagi galau urusan diet dan cowok. Ada benernya kan omongannya Rino. Selain itu Rino juga ngasih Yuna ide untuk bisa masuk ke hati Leo, yaitu lewat perutnya. Emang cemerlang otaknya si Rino kadang-kadang!

kbmd1

Menurutku novel ini banyak banget berisi pesan moral. Walaupun ditulis dengan gaya santai dengan dialog yang kadang nyeleneh dan lucu khas remaja, tapi kalau ditelisik lebih jauh banyak banget pesan-pesan tersembunyi yang disampaikan oleh penulis buat para kids zaman now. Novel Kalau Baper Makan dulu berkisah tentang self acceptance, persahabatan, dan mencintai tanpa syarat.

Novel Kalau Baper Makan Dulu bukan cuma enak dinikmati sebagai hiburan, tapi juga “ngenyangin” untuk jiwa para pembacanya. Sebuah paket komplit. Sesuatu yang jarang banget ditemui pada teenlit kekinian.

Untuk Kak Nikma dan Falcon Publishing, semoga sukses dan best seller novelnya. Kece banget loh kalau yang gini-gini ini dijadiin sinetron.

Novel Secrets (Review)

HaiHai… Aku lagi berpikir untuk mulai bikin review novel di blog, selain tentunya juga nulis tentang hal-hal lain. Nah sebagai permulaan aku mau coba review Novel Secrets. So, here it is…

SECRETS
“Cause in your smile I found my happiness”
Penulis : Aliana Deen
Penerbit : Kubusmedia Group

Ini blurb SECRETS:
Salahkah apabuka seorang ayah-walaupun tidak sedarah-mencintai anak yang diasuhnya, san cinta itu bukan merupakan cinta antara anak dan ayah, cinta itu adalah sebentuk cinta yang penuh hasrat, cinta seorang laki-laki terhadap perempuan…
Reinhart Heinrich Adams, 36 Tahun, mencintai anak perempuan angkatnya yang ia adopsi dari semenjak sang putri dilahirkan. Apakah ia sanggup melawan semua norma untuk bersatu dengan wanita yang ia cintai, atau hanya menyimpan semuanya hingga rasa itu hilang.
Amanda Gwynett Adams, 21 tahun, yang ia tahu bajwa hanya ayahnyalah tempat ia bersandar di dunia ini. Sebagai seorang yatim piatu dan tidak mengenal ayah kandungnya, hanya Reinhart yang ia cintai. Tetapi semua itu hancur ketika ia mengetahui rahasia terdalam yang disimpan oleh Reinhart.
Dan di sini kisah cinta mereka berawal…

secrets2

Alasan kenapa aku beli novel secrets adalah covernya yang super duper cantik. Hahahahaha… cover memang salah satu nilai jual untuk sebuah buku, karena setiap buku yang terbit udah pasti isinya bagus lah ya, tapi cover yang cantik bikin buku itu jadi terlihat menarik. Dan menurutku, Novel Secrets menarik banget secara visual.

Well, kita langsung aja, ya. Seperti blurb yang sudah aku share di atas, SECRETS bercerita tentang kisah Rainhart (Daddy Rein) dan Amanda (Mandy) yang rumit. Gimana nggak rumit, dari blurbnya aja udah jelas kalau mereka itu ayah dan anak, tapi saling jatuh cinta.
Daddy Rein yang kebapakan tapi super sexy itu bikin aku geregetan sepanjang cerita. Mandy dengan sifatnya yang masih suka plinplan dan penuh rahasia juga makin bikin jantungku kaya terombang-ambing (in a good way) sepanjang perjalanan cerita ini.
Ada banyak banget twist yang disajikan di dalam cerita ini. Kita bacanya jadi nggak bosen dan diajak mikir, semacam ada misteri yang bikin nggak bisa berhenti membalik halaman dan terus membaca.
Bahasa yang digunakan juga cewe banget, hmm… kalau menurutku ala-ala harlequin gitu deh.
Oh ya, buku ini adalah karya perdana dari sang penulis, dan udah nongkrong di wattpad sebelum akhirnya diterbitkan oleh Kubus Media. Pembacanya di wattpad udah 2,2 juta lebih lohh (ganas).

secrets1

❣️Apa yang membuat aku suka Novel Secrets :
Penggambaran tokohnya oke 👍🏻 kalau aku bilang sih cewe-cewe yang baca pasti tergila-gila sama daddy Rein.
Twist ceritanya mantap 👍🏻 aku selalu suka cerita yang ada twistnya, jadi nggak lempeng-lempeng doang.

❣️Apa yang menurutku kurang dari Novel Secrets :
Penggambaran setting tempatnya kurang terasa kalau itu di Jerman. Mungkin karena nggak banyak diulas tentang kebiasaan-kebiasaan orang Jerman, atau juga tempat-tempat yang khas Jerman.

❣️Apa menurutku Novel Secrets layak dibeli :
If you like romance, YOU SHOULD BUY IT! 💋

Anyway, untuk sebuah buku perdana menurutku Aliana Deen telah menciptakan karya yang oke banget. Semoga bukunya best seller ya, Mbak. Dan, aku tunggu cerita Jo dan Zayn #eh.

Film My Generation Menyuarakan Hati Para Remaja

Industri perfilman Indonesia akan kembali diramaikan oleh sebuah film bertajuk My Generation yang akan mulai tayang di bioskop tanggal 9 November 2017. Film ini merupakan hasil karya dari tangan dingin Upi. Setelah sukses dengan film terakhirnya yang bergenre drama komedi, My Stupid Boss, kini Upi berkerja sama dengan IFI Sinema menghadirkan film bergenre remaja yang mengangkat keresahan masyarakat saat ini.
MG1Selain memperkenalkan pemain-pemain baru seperti Bryan Langelo, Arya Vasco, Alexandra Kosasie dan Lutesha, film ini juga melibatkan banyak pemain senior. Sebut saja Tio Pakusadewo, Ira Wibowo, Surya Saputra, Aida Nurmala, Indah Kalalo, Karina Suwandi dan aktor sekaligus sutradara Joko Anwar yang turut mengisi peran para orang tua dalam film My Generation. Perpaduan antara aktor-aktor senior dan para aktor debutan ini menghasilkan chemistry yang dinamis dalam film ini.
Fokus utama yang paling ditonjolkan dalam film ini adalah kesenjangan hubungan antara orang tua dan anak. Konji, Suki, Orly, dan Zeke adalah empat remaja yang menjadi pusat cerita pada film ini. Mereka memiliki karakter dan kegelisahan yang berbeda, namun semuanya berpusat pada masalah keluarga dan sekolah. Pemasalahan khas remaja kekinian diceritakan dengan sangat nyata dan terasa menampar.
MG2Film My Generation mengangkat permasalahan klasik yang terjadi di tengah kehidupan kita sehari-hari. Kenakalan yang umum dilakukan oleh para remaja, dan generation gap yang juga sangat sering terjadi pada hubungan orang tua dan anak dikemas sedemikian rupa oleh Upi dalam film ini. Upi melalui film My Generation mengungkapkan kebenaran yang tidak ingin dilihat oleh masyarakat, terutama para orang tua yang memiliki anak usia remaja.
Tidak dapat dipungkiri bahwa remaja masa kini tidak lagi punya hak untuk menjadi dirinya sendiri dan menyuarakan pendapat. Remaja kerap dianggap sebagai biang masalah yang selalu menyusahkan orang tua. Padahal banyak orang tua lupa bahwa anak merupakan hasil dari pola didik yang diterapkan oleh mereka. Orang tua kerap mengambil jalan praktis dengan menghukum anak yang dianggap bersalah. Sayangnya, hukuman diterapkan tanpa memberi ruang bagi komunikasi yang baik antara orang tua dan anak. Padahal jika saja orang tua mau membuka kesempatan untuk berdiskusi dengan anak maka orang tua juga akan bisa lebih memahami anak-anak mereka sendiri. Dan bukan tak mungkin justru ruang komunikasi itulah yang akan menyelamatkan anak-anak remaja kita.
Menurutku pribadi, Upi mengemas pesan moral yang sangat dalam di film ini, sesuatu yang sudah jarang kita temukan pada film-film Indonesia kebanyakan. We need this kind of movie. Indonesia butuh film-film bagus yang memberikan tak hanya hiburan tapi juga bahan pemikiran. Karena itu aku merekomendasikan untuk kita dukung dan tonton film My Generation.
MG3Ajak orang tua kalian buat nonton film ini. Biarkan mereka membuka pikiran lebih luas.
Ajak anak remaja kita nonton film ini. Supaya mereka berpikir sebelum berbuat sesuatu.
Watch the movie, then talk to your kids. Because they need it. They need you, parents!

 

Official trailer: https://www.youtube.com/watch?v=Y6-Lj7BdzK8

Mengupas Rasa Kehilangan

“Sesuatu baru terasa berharga saat kita telah kehilangan”

Bulan Oktober ini aku kembali diingatkan pada makna kata-kata itu. Seminggu yang lalu aku kehilangan bayi kecil yang seharusnya lahir tahun depan dan menjadi anggota terkecil di keluarga kami. Tapi Allah punya kuasa yang jauh lebih besar dari harapanku. Sebelum sempat memeluknya kami harus merelakannya dan mengucapkan selamat tinggal pada jiwa mungil itu.

Butuh waktu seminggu sebelum aku bisa membicarakannya tanpa air mata, meski sebenarnya aku tadinya tidak mengetahui keberadaannya, tapi kehilangan tetap membuat hati kami dirundung duka. Keluarga kami memang dalam program untuk dapat segera menambah anggota keluarga sejak Juli lalu, tapi ternyata harapan itu belum dapat segera terlaksana.

Entah bagaimana caranya menggembarkan perasaanku saat dokter bilang, “Ini keguguran, Bu.”

Saat itu, aku keluar dari ruang dokter dengan langkah gontai dan perasaan campur aduk, tapi baru menjelang malam air mata yang mengganjal di hatiku tumpah. Aku tak kuasa menangis atas apa yang terjadi, tapi justru setelah keluarga mendengar berita itu dan mengucapkan turut berduka cita rasa sedih itu begitu mencengkeram hatiku. Tapi aku tahu, Allah selalu punya rencana yang lebih baik dari pada rencana manusia. Kehilangan yang harus kami hadapi pasti punya makna lebih bagi kedewasaanku, bagi rasa syukurku dan bagi hatiku yang rapuh.

Till we meet again, Baby.

Teruntuk jiwa kecil yang sempat hadir di rahimku,

Kita memang tak sempat saling menyapa, tapi suatu hari nanti kita pasti akan saling bergenggaman tangan di surga. Mungkin memang dunia ini tak layak bagi jiwamu yang murni, mungkin memang aku tak cukup baik untuk memilikimu saat ini, tapi aku tahu jika akan ada saat dan tempat yang lebih baik untuk kita menjadi keluarga.

Terima kasih karena telah berbagi napas denganku dalam waktu yang singkat itu. Sampai jumpa lagi di surga, Nak. Tunggu aku di sana, bukakan jalan untukku, sisakan tempat bagiku.

Aku yang akan selalu menyayangi dan merindukanmu,
Bunda.