RANO KARNO dari mata sang keponakan

009

Rano Karno.. anak ke 3 dari 6 bersaudara dari pasangan Soekarno M. Noor dan Istiarti. seorang seniman rakyat, aktor populer, penyanyi terkenal, penulis yang baik, dan sutradara handal, merupakan beberapa pencapaian diri seorang Rano Karno. usia mudanya di habiskannya untuk belajar di sekolah, membantu keluarga dan mencari nafkah bagi dirinya sendiri serta membantu keluarganya. terkenal diusia dini dan mempertahankan kepopuleran itu hingga kini. memulai kepopulerannya melalu film masa kecil [Lewat Tengah Malam dan Si Dul Anak Betawi] menciptakan image sebagai pemuda baik-baik dalam beberapa film masa mudanya [gita cinta dari SMA] , lalu menciptakan image sebagai orang pandai dalam Si Doel anak sekolah [series]. puluhan film pernah yang dia mainkan, beberapa judul sinetron dan sejumlah iklan melengkapi sederet pengalamannya dalam bidang seni peran.

Rano Karno.. memiliki tangan besi dalam hal mencetak banyak orang menjadi populer dan menghasilkan karya yang menjadi trend untuk waktu yang panjang. bukan hal mudah menjadi seorang Rano Karno yang terkenal dengan dedikasinya dalam film-film nasional. menjalani masa kecil yang berat bersama keluarganya yang kurang cukup dari faktor ekonomi, menjadikan Rano Karno lengkap sebagai seorang manusia tangguh. semua itu dilengkapi dengan keperduliannya terhadap sesama dan masyarakat kalangan bawah yang di tunjukannya dengan menjadi wakil rakyat, duta pendidikan dan [kini] pemimpin sebuah daerah.

Rano Karno.. seorang pencipta trend! menciptakan trend dandanan anak muda seusianya pada masa SMA melalui film-filmnya pada masa itu, menciptakan Trend film komedi rakyat melalui sinetron Si Doel Anak Sekolah [series], menciptakan trend artis pintar yang mampu memimpin melalui jejak kepemimpinannya di daerah Tanggerang. bukan tidak mungkin kini beliau disebut pencipta trend bagi banyak kalangan.

dari mata seorang keponakan [aku] melihatnya sebagai paman yang pendiam, pintar, cerdas, religus, tegas, sabar, penyayang, berkharisma sekaligus lucu pada saat-saat tertentu. paman yang patut dihormati dan dicintai. paman yang mencintai dengan caranya sendiri, tanpa banyak bicara, bahkan terlihat cenderung tidak perduli, namun menangis saat yang lain sedih, tersenyum bangga saat yang lain mencapai sesuatu, tertawa saat yang lain melucu, menyimak saat yang lain bicara, bicara saat yang lain butuh pencerahan, dan selalu ada saat yang lain membutuhkan.

aku melihatnya sebagai paman dan ayah, karena diawal hidupku dia adalah ayah yang ada saat ayahku tak ada. merawat dengan hati yang tulus bersama kekasih dan istrinya yang cantik [Dewi Indriati] saat ibuku harus bekerja. tertawa dalam tiap lembar foto masa kecilku, meski aku tau dia juga lelah dengan kesibukannya sebagai artis. tak banyak orang yang mengerti isi kepalanya, bahkan orang-orang terdekatnya, namun iya tau apa yang harus dia lakukan setiap waktunya datang. orang yang selalu berada di garis depan membela keluarga, membanggakan keluarga, dan terus menjunjung tinggi nama besar sang ayah [kakekku].

pria yang mampu menciptakan rasa hormat pada dirinya, mampu mengasihi orang lain, menunjukan cinta pada keluarganya, memperhatikan lingkungan sekitar, perduli pada banyak hal, pintar dalam mengelola kata hingga tak pernah menyakiti, memberi yang terbaik, berusaha dengan seluruh kemampuannya melakukan segala hal dengan maksimal. menciptakan hidupnya yang selalu diingat oleh orang lain, yang diam-diam kusebut masterpiece sang seniman. menciptakan kenyamanan bagi keluarga, yang diam-diam kusebut kasih sang Paman, Ayah, Anak, Kakak, Adik, Suami, Kakek yang sempurna.