Teruntuk Indonesia, Dari Seorang Anak Bangsa

Teruntuk Indonesia,
Selamat hari kemerdekaan. Hari ini, di usiamu yang ke tujuh puluh dua tahun, izinkan aku sebagai anak bangsa berdoa.

HUT RI ke72

Indonesia, semoga di usia yang semakin dewasa ini engkau senantiasa mampu memerdekakan segala suku bangsa yang menjejak pada tanahmu. Karena seperti yang tercantum pada Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945, kita semua tahu “Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.” Namun meski telah tercantum dan dibaca selama tujuh puluh dua tahun ternyata masih banyak suku-suku bangsa di negara ini yang belum merdeka, yang terjajah dan direndahkan oleh saudara sebangsa.

Indonesia, semoga di usia yang kian matang ini engkau mampu memelihara setiap manusia yang tidur dan hidup dibawah langitmu. Karena meski tertulis pada UUD 45 Pasal 34, masih banyak fakir miskin dan anak terlantar yang hidup dari belas kasih orang lain karena lupa kau peluhara, masih terbatasnya sistem jaminan sosial dan pemberdayaan terutama bagi rakyatmu yang lemah, juga kurang layaknya fasilitas umum dan pelayanan kesehatan bagi anak-anak bangsamu, terutama mereka yang jauh dari ibukota.

Indonesia, semoga tidak diperlukan lagi tumpah darah atas perbedaan di tengah kemerdekaanmu. Karena aku sudah lelah melihat kepedihan yang tersiar begitu gamblang pada media-media tentang betapa pedihnya berjuang mempertahankan kemerdekaan kehidupan meski negeri ini telah merdeka selama puluhan tahun. Dan, aku yakin banyak pula yang merasakan hal yang sama tentang itu, engkau telah merdeka dari penjajah selama 72 tahun, namun tak ada kemerdekaan dan kebebasan atas perbedaan yang seharusnya kita banggakan. Bukan kah Bhineka Tunggal Ika masih menjadi semboyan bagi bangsa ini? Kemana perginya rasa hormat kita atas kebhinekaan yang indah itu?

Terakhir, teruntuk Indonesia yang aku banggakan, semoga sejahtera menjadi dasar kehidupanmu dan semoga Allah senantiasa melindungi dan menjagamu, wahai Indonesia. Karena aku masih terus meletakan harap pada kehidupan yang lebih baik dalam mengisi kemerdekaan ini, bukan untukku, tapi untuk kita semua, rakyat Indonesia.

Dari seorang anak bangsa yang tak pernah berhenti mencintai Indonesia,
Kinanti WP

Setahun Penuh Kerinduan

6 Desember, setahun lalu, seluruh keluarga menerima kabar yang sama. “Embah dibawa ke rumah sakit”, begitu bunyi chat di grup keluarga. Namun kami lalai, “ah sudah biasa embah masuk rumah sakit, nanti juga sembuh lagi” pikir kami. Selang beberapa jam ternyata embah harus dirawat di ICU dan seluruh keluarga menyegerakan datang.

Minggu pagi, setahun yang lalu, aku meninggalkan rumah yang belum rapih untuk melihat keadaan embah. ketika itu aku datang dan embah sudah berada di ICU, keluarga tidak bisa menemani di dalam ruangan, kami hanya bisa bergantian melihat keadaannya. Yang aku ingat ketika aku menghampirinya Embah hanya mampu bergumam “sakit, mau pulang aja” tanpa suara yang keluar karena ada selang di mulutnya untuk membantunya bernafas. Aku ingat, aku sempat mengajaknya untuk istigfar, sebentar, tapi karena peraturan ICU yang ketat keluarga tidak diperkenankan berada terlalu lama di dalam ruangan. Aku ingat kami menunggu, ada kepanikan diwajah keluarga, tapi tak ada air mata saat itu. Satu persatu keluarga datang, beberapa harus bekerja dan hanya bisa menemaninya sebentar. Begitu juga aku yang beranjak pulang siang itu.

Minggu sore, setahun yang lalu, telfon masuk, chat di grup keluarga juga mengabarkan “Embah kritis”, begitu kata-kata yang terekam di otakku hingga kini. Aku bergegas menyiapkan semua yang mampu teraih oleh tanganku dan segera kembali menuju rumah sakit. “Tunggu kitty, mbah” ucapku terus berulang dalam hati. Kelima anaknya yang berada disana menyaksikan bagaimana Embah diperjuangkan untuk terakhir kalinya, alat pacu jantung dan semua yang diharap bisa membantu ternyata tak mampu membantu. Adzan magrib berkumandang. Kemudian, “Inna lillahi wa inna illaihi rojiun, Embah udah ga ada” begitu pesan di grup yang mengabarkan, dan seketika itu tangisku pecah. Aku masih 2Km jauhnya dari rumah sakit dan tak mampu berbuat apa-apa.

Minggu malam, setahun yang lalu, aku hanya bisa memberikan doa terbaikku. Karena sejak saat itu tak ada lagi yang bisa kami berikan untuk Embah.

Embah, lalai kah kami menjagamu?
Karena kami tak selalu ada ketika kamu rindukan. Karena kami kadang terlalu sibuk untuk sekedar menemanimu.

Embah, kurangkah kami membahagiakanmu?
Karena samar-samar aku ingat, sempat melihat kekecewaan dan duka di hari-hari akhir hidupmu.

Embah, belumkah kami menyenangkanmu?
Karena masih ada percakapan yang terngiang di kepalaku setiap kali aku mengingatmu. Pertanyaan yang kau tanyakan padaku pada suatu malam beberapa tahun yang lalu. Maaf, aku belum mampu menjawabnya, bahkan sampai saat ini aku belum temukan jawabannya.

Embah, kami sudah menjalani setahun penuh kerinduan.
Tapi kami yakin Embah sudah jauh lebih tenang disana. Tanpa perlu merasakan sakit lagi.

Semoga kelak kita semua dikumpulkan kembali di SurgaNya. Hingga saat itu, ku titipkan cinta untukmu dalam setiap doaku.

img_2459

*mengenang satu tahun meninggalnya Mama & Embah kami tercinta almh. Hj. Istiarti Rawumali.

Yes, We are Engaged

Image

jadi.. setelah 4tahun + 4bulan, akhirnya saya dan zikri melangkah ke jenjang yang baru dalam hubungan kami, khitbah.. atau lebih dikenal secara umum dengan sebutan tunangan..

IMG01246-20130426-1947

penampakan cincin saat diambil

 

cerita yang lebih lengkap dan foto-fotonya akan menyusul segera setelah saya terima dr sepupu-sepupu gue yg kemarin mendokumentasikan jalannya acara khitbah/tunangan saya&abang..

 

 

JANGAN SEENAKNYA NYOLONG POST / FOTO TANPA IZIN!!!

Anda semua yang kemarin mampir ke blog saya cuma untuk nyolong post dan foto dari blog ini harusnya cukup tau diri untuk minta izin dari saya!

Anda ga ubahnya maling yang mencuri apa yang seharusnya bukan milik anda!!

Ga perduli seberapa mendesaknya kebutuhan anda atas post atau foto tersebut anda seharusnya tau etika!!

Percuma anda sekolah sarjana kalo masih jadi maling!!

Anda mengambil post dan foto dari blog ini lalu anda mendapat keuntungan dari situ! Dan anda tidak cukup punya otak untuk meminta izin pada pemiliknya!

Bahkan tak satupun dari anda mencantumkan sumber dari foto tersebut!!

Ga usah sok merasa paling benar kalo masih jadi maling!!

another marriage things

ngomongin nikah tuh ga ada abisnya.. asli, nikah tuh ga pernah ada ujungnya. klo lo ga percaya lo nonton aja tuh sinetron, semua ceritanya soal pernikahan, lika-likunya, manis-getirnya, sedih-senengnya. semua tentang pernikahan.

gue hari ini lagi duduk di kantor, ga ada kerjaan, abis blog walking dan tiba-tiba kepikiran soal ini lagi. ditambah lagi 3 orang tmn gue dalam waktu yg berdekatan mendadak minta alamat gue untuk ngirimin undangan pernikahan mereka. yaampun! mati lah awak ni!

lo pernah ga sih membayangkan dan memikirkan dalam-dalam soal pernikahan?

pernikahan seperti apa yang lo inginkan?

pernikahan seperti apa yang akan lo dapatkan?

as i always said.. tadinya gue ga berpikir klo suatu hari nanti gue akan menikah. tapi belakangan gue ngerasa gue butuh komitmen itu, dan gue mau komitmen itu berbentuk pernikahan. sama siapa, kapan, dimana… semua itu masih belum ada jawabannya. masih ‘blur’.

zikri sering banget ngomong soal nikah. someday. as soon as possible.

temen-temen gue mendadak juga sering ngomongin soal nikah. karena satu per satu mulai meninggalkan masa lajangnya.

keluarga gue selalu ngomongin soal nikah. setiap ada yg baru punya pacar, atau udah lama pacaran. selalu ada aja omongan soal pernikahan.

tapi pernah ga sih kebayang sama lo, kalo suatu hari nanti (sooner or later) lo akan menghabiskan sisa usia lo bersama 1 orang yang sama setiap detiknya. tidur bareng. makan bareng. nonton tv bareng. semuanya bareng.

bosen ga ya kira-kira?

kalo gue sih ga bosen selama hubungannya ga flat. toh selama pacaran juga gue tiap hari pasti ketemu. kalo bisa malah 16 jam sehari selalu sama”, tapi ga mungkin ya, karna gue kerja dia juga kerja.

gue ngebayangin suatu hari bakal bangun pagi disamping orang yang gue cintai, melakukan kegiatan bersama-sama, trus malemnya tidur disamping dia. sound so simple. tapi gue yakin pernikahan ga selalu seindah dan sesimple itu. pasti ada ups and downs nya.

dan setiap pernikahan selalu unik. ga ada 2 pernikahan yang sama. mengalami kejadian yang sama. even mengalami kejadian yg sama skali pun, pasti respons mereka akan berbeda. setiap pernikahan selalu punya cerita indah, juga cerita buruk. tapi apa pun yang terjadi nantinya, pernikahan selalu dibangun diatas kebahagiaan. jadi seharusnya ga ada sakit yg terlalu besar yang bisa menghancurkan pernikahan.

note: posting ini agak galau, mohon hiraukan. hahaha..