Warkop DKI Reborn : Jangkrik Boss Part 2

Setelah menunggu hampir setahun, para pecinta film Indonesia kembali dihibur dengan hadirnya Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss! Part 2. Film ini merupakan kelanjutan dari film komedi Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss Part 1 yang dirilis tahun 2016 lalu. Disutradarai oleh Anggy Umbara, film ini kembali mengadaptasi film-film original Warkop DKI. Antusiasme penonton yang menantikan pemutaran film ini pun ditanggapi dengan cukup baik oleh Falcon Pictures, terlihat dari dijualnya tiket pre-sale penayangan Jangkrik Bos Part 2 di beberapa bioskop, dan juga promo yang sangat gencar dilakukan oleh aktor-aktor pendukung.

warkop-dki

source : jawapos

Aku sebagai pecinta film yang juga menonton versi Jangkrik Boss Part 1 jelas menantikan film ini. Jadi Sabtu kemarin, di hari ketiga penayangan, aku akhirnya mendatangi XXI untuk menyaksikan sendiri kelucuan trio DKI. Film Jangkrik Boss Part 2 ini menceritakan kelanjutan pertualangan Dono (Abimana Aryasatya), Kasino (Vino G Bastian) dan Indro (Tora Sudiro) dalam mencari harta karun yang akan mereka gunakan untuk membayar hutang.

photo_2017-09-04_14-30-39

Berawal di Negri Jiran, Malaysia perjalanan mereka di mulai untuk mencari tas berisi kode harta karun yang tertukar dengan tas milik wanita cantik bernama Nadia (Fazura). Pencarian harta karun tersebut akhirnya membawa trio DKI ke berbagai macam tempat yang tak pernah terpikirkan, sampai mendatangi di sebuah pulau angker tak berpenghuni.

Di pulau angker tersebut, Dono, Kasino, Indro, terpisah dan harus berhadapan dengan hantu-hantu menyeramkan nan menggelikan. Kejadian dan peristiwa lucu yang dihadirkan mampu memecahkan tawa para penonton yang memenuhi barisan-barisan kursi studio bioskop. Pada film keduanya ini terdapat beberapa twist yang tidak terduga. Film ini juga mengangkat cuplikan beberapa film legendaris di era tahun 80-90an.

Meski masih bergenre humor, tapi film kedua ini gimik lucunya kurang terasa padat dibanding film pertamanya. Warkop DKI Reborn part 2 ini tetap dapat dijadikan hiburan yang menarik, asal kalian tidak membuat expektasi tertentu untuk kelucuannya. Film yang masih menampilkan Indro Warkop, Hanna Al Rashid, Babe Cabita, dan Ence Bagus. Film Part 2 ini juga telah berhasil memecahkan rekor dari film pertama mereka, sekaligus rekor penonton dalam sejarah perfilman tanah air. Dalam 2 hari penayangan, Warkop DKI Reborn : Jangkrik Bos Part 2 telah mendapatkan satu juta penonton dari seluruh tanah air. Berdasarkan pantauanku beberapa bioskop juga menayangkan film ini di beberapa studio yang disedikan, bahkan ada bioskop yang kelima studionya hanya menayangkan film Warkop DKI Reborn : Jangkrik Bos Part 2. Sebuah pencapaian baik yang pantas diacungi jempol.

warkop

source : tempo

Teruntuk Indonesia, Dari Seorang Anak Bangsa

Teruntuk Indonesia,
Selamat hari kemerdekaan. Hari ini, di usiamu yang ke tujuh puluh dua tahun, izinkan aku sebagai anak bangsa berdoa.

HUT RI ke72

Indonesia, semoga di usia yang semakin dewasa ini engkau senantiasa mampu memerdekakan segala suku bangsa yang menjejak pada tanahmu. Karena seperti yang tercantum pada Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945, kita semua tahu “Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.” Namun meski telah tercantum dan dibaca selama tujuh puluh dua tahun ternyata masih banyak suku-suku bangsa di negara ini yang belum merdeka, yang terjajah dan direndahkan oleh saudara sebangsa.

Indonesia, semoga di usia yang kian matang ini engkau mampu memelihara setiap manusia yang tidur dan hidup dibawah langitmu. Karena meski tertulis pada UUD 45 Pasal 34, masih banyak fakir miskin dan anak terlantar yang hidup dari belas kasih orang lain karena lupa kau peluhara, masih terbatasnya sistem jaminan sosial dan pemberdayaan terutama bagi rakyatmu yang lemah, juga kurang layaknya fasilitas umum dan pelayanan kesehatan bagi anak-anak bangsamu, terutama mereka yang jauh dari ibukota.

Indonesia, semoga tidak diperlukan lagi tumpah darah atas perbedaan di tengah kemerdekaanmu. Karena aku sudah lelah melihat kepedihan yang tersiar begitu gamblang pada media-media tentang betapa pedihnya berjuang mempertahankan kemerdekaan kehidupan meski negeri ini telah merdeka selama puluhan tahun. Dan, aku yakin banyak pula yang merasakan hal yang sama tentang itu, engkau telah merdeka dari penjajah selama 72 tahun, namun tak ada kemerdekaan dan kebebasan atas perbedaan yang seharusnya kita banggakan. Bukan kah Bhineka Tunggal Ika masih menjadi semboyan bagi bangsa ini? Kemana perginya rasa hormat kita atas kebhinekaan yang indah itu?

Terakhir, teruntuk Indonesia yang aku banggakan, semoga sejahtera menjadi dasar kehidupanmu dan semoga Allah senantiasa melindungi dan menjagamu, wahai Indonesia. Karena aku masih terus meletakan harap pada kehidupan yang lebih baik dalam mengisi kemerdekaan ini, bukan untukku, tapi untuk kita semua, rakyat Indonesia.

Dari seorang anak bangsa yang tak pernah berhenti mencintai Indonesia,
Kinanti WP

Pekerjaan Penulis yang Dapat Dijadikan Pilihan Profesi

Menulis merupakan hobi yang cukup digemari belakangan ini. Meskipun minat baca orang Indonesia dapat dikatakan minim, namun beragam pekerjaan penulis tetap dibutuhkan dan populer.Bagi kamu yang suka menulis,empat jenis pekerjaan ini mungkin cocok untukmu.

magazine-journalist

source : www.ucas.com

Jurnalis
Jurnalis atau lebih dikenal dengan sebutan wartawan adalah orang yang melakukan kegiatan jurnalistik atau laporan berita. Tulisan jurnalis umumnya dimuat di media massa secara teratur. Jurnalis dapat bekerja secara lepas (freelance) atau dapat pula bekerja pada perusahaan-perusahaan media massa. Pekerjaan ini diatur dan dilindungi oleh pemerintah melalui Undang-Undang nomor 40 tahun 1999 tentang Pers. Beberapa organisasi yang telah diakui Dewan Pers, yakni Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Aliansi Jurnalis Independen (AJI) dan Asosiasi Jurnalis Televisi Indonesia (AJTI). Jika kamu berminat menjadi Jurnalis kamu bisa merencanakan untuk mengambil kuliah jurusan jurnalistik atau komunikasi. Atau mengirimkan lamaran pekerjaan ke media-media massa yang sedang membutuhkan wartawan, karena persyaratan setiap perusahaan media massa juga bisa berbeda-beda.

Reviewer
Pekerjaan sebagai reviewer seringkali dianggap remeh, namun pekerjaan penulis jenis ini justru dapat menghasilkan pundi-pundi rupiah yang tak sedikit. Reviewer bekerja dengan cara menuliskan penilaian tentang produk (barang atau jasa) dan kemudian mendapatkan imbalan berupa barang, jawa, ataupun uang. Pekerjaan ini cukup populer sejak keberadaan blog. Orang dengan visitors blog yang tinggi dan memiliki tulisan yang baik akan mendapatkan banyak tawaran untuk melakukan review. Biasanya blogger yang hendak menjadi reviewer akan membiasakan diri membuat ulasan tentang produk-produk yang digunakannya. Jika kamuberminat menjadi reviewer, kamu bisa mulai membangun pembaca blogmu dan membuat ulasan-ulasan tentang hal-hal yang kamu sukai atau benda-benda yang sering kamu gunakan.

Cerpenis
Kamu suka membuat cerpen. Coba kirimkan cerpenmu ke media massa yang menerima cerpen. Ada banyak media yang menerima tulisan dalam bentuk cerpen untuk dipublikasikan. Tapi kamu harus ingat, cerpen yang dibuat harus sesuai dengan media yang kamu tuju. Tentu kamu tidak bisa mengirimkan cerpen tentang cinta ke majalah Bobo, atau mengirimkan cerpen teenlit ke majalah Femina. Perhatikan cerpen-cerpen yang pernah dipublikasikan oleh media yang kamu ingin tuju, kemudian buatlah cerpenmu sesuai dengan karakter tersebut. Selain mengirimkannya ke media massa, kamu juga dapat membuat buku kumpulan cerpen dan mempublikasikannya. Baik menerbitkan dengan cara bekerja sama dengan penerbit major ataupun menerbitkannya sendiri (self publishing).

Penulis Buku
Bagi banyak penulis pekerjaan sebagai penulis buku, baik itu fiksi ataupun non fiksi, tentu menjadi pekerjaan impian. Menerbitkan buku dan menjadikannya sebagai best seller pastilah menghembuskan angin surga dalam bayangan setiap penulis.Kmu dapat mencoba mengirimkan karya tulismu pada penerbit-penerbit major atau menerbitkan sendiri bukumu. Selain itu, kamu juga dapat memanfaatkan beberapa platform menulis sebagai media publikasi karyamu, seperti blog atau wattpad yang kini sangat populer. Bukan tidak mungkin bukumu justru lahir dari tulisan-tulisanmu di blog atau wattpad. Nama Raditya Dika mungkin menjadi contoh blogger yang paling sukses dalam menerbitkan buku. Berawal dari kegemarannya menulis blog, Radit menerbitkan buku Kambing Jantan di tahun 2005 dan hingga kini sudah memiliki sedikitnya enam buku lainnya. Generasi wattpad pun tak kalah Berjaya, kini jika kamu pergi ke toko buku ada banyak buku dengan label “wattpad-lit”, buku-buku tersebut merupakan karya-karya para penulis wattpad yang cukup diminati oleh pasaran.

source: blog.wattpad.com

source: blog.wattpad.com

Nah, jadi pekerjaan penulis yang mana yang kamu inginkan? Sambil menetapkan hati dan pikiranmu, ada baiknya kamu juga terus menulis dan mempelajari ilmu-ilmu yang berkaitan dengan dunia kepenulisan.

THR anak hak siapa?

Beberapa hari ini, sejak melewati momen lebaran, saya menemukan banyak sekali postingan meme lucu soal “uang THR anak disimpen emak”, awalnya saya tertawa saat meliatnya. Tapi setelah banyak sekali status seperti ini saya jadi berpikir.

IMG_0153

Uang THR itu hak siapa?
Hak emak atau hak anak?

Sekarang coba kita telaah.

Saat kita menyiapkan uang THR untuk keponakan, niat kita adalah memberi untuk mereka, kan? Bukan untuk orang tuanya. Karena itu kita menyiapkannya di amplop kecil warna-warni, dan saat bertemu kita beri kepada keponakan. Kita jelas bukan memberikannya untuk kemudian menjadi hak orang tuanya. Karena kalau memberi untuk oranh tuanya jelas caranya berbeda. Jadi dari sini aja sudah jelas bahwa THR itu ya hak anak, bukan hak orang tua.

Kalau saya pribadi, uang THR anak memang saya yang simpan. Dalam arti saat dikasih oleh nenek/kakek/om/tante-nya maka mereka akan titipkan pada saya, supaya uangnya lebih aman dan tidak tercecer atau bahkan hilang. Namun kemudian biasanya beberapa hari setelah lebaran saya akan ajak anak-anak ke mall untuk beli barang-barang yang mereka mau dan inginkan. Contoh, buku atau mainan yang agak mahal. Bukan karena saya tidak mampu membelikan buku atau mainan yang mahal untuk anak-anak, tapi jelas kalau pakai uang orang tua pasti kami akan membeli sesuai skala prioritas. Namun, jika itu uang anak maka mereka bebas memilih.

Yang saya ajarkan untuk anak-anak adalah sebelum belanja maka hitung dulu uang yang didapat, lalu pisahkan uang 2,5% yang merupakan “kewajiban” mereka. Mereka memang belum pada usia wajib untuk berzakat dan bersedekah, karena uangnya pun masih merupakan uang pemberian dan bukan hasil kerja mereka, namun ini salah satu cara mengajarkan praktek bersedekah dan berzakat.

Setelah zakat dan sedekah dikeluarkan maka mereka boleh pilih apapun yang mereka inginkan, dengan persetujuan saya. Tahun lalu, anak saya yang kecil beli sepeda baru dari uang THRnya, barang itu saya dan suami yang pilihkan karena memang anaknya masih umur 2 tahun dan belum mengerti uang. Sedangkan kakaknya yang sudah lebih mengerti uang bebas memilih apa yang diinginkannya, dari buku hingga mainan. Tahun ini belum tahu apa yang akan mereka beli, karena baru akan ke mall weekend nanti.

Hal yang memprihatinkan adalah saat anak-anak mendapat haknya, lalu orang tua merasa lebih berhak, bahkan merampas hak mereka. Memaksa anak-anak membeli peralatan sekolah sendiri dengan uang THR mereka, dan mewajibkan anak-anak untuk menabung seluruh uangnya tanpa boleh digunakan, padahal itu merupakan kewajiban orang tua untuk memenuhi kebutuhan pokok tersebut.

Mungkin, akan ada orang tua yang berpikir berbeda dengan saya. Itu hak anda sebagai orang tua. Saya hanya ingin mengajak kalian berpikir ulang. Hak anak-anak atas uang THR itu bukan hak kita. Kita hanya bertugas untuk mengawasi agar uang tersebut tidak digunakan untuk hal-hal yang sia-sia atau dihambur-hamburkan membeli barang yang tidak penting. Namun, THR anak-anak bukan hak kita sebagai orang tua. Uang yang didapat dari amplop lebaran itu adalah murni hak anak-anak kita. Jika mereka dengan ikhlas mau berbagi maka terima lah dengan senang hati, namun jangan paksa mereka untuk memberikan semua uang THRnya untuk memenuhi kebutuhan orang tua. Karena orang tua lah yang seharusnya menafkahi anak-anak mereka.

Penulis Pemula yang Arogan

Saya menemukan banyak sekali penulis pemula yang mudah sekali merasa tersinggung jika karyanya dikomentari orang. Iya, terutama di dunia orange (wattpad) banyak sekali penulis yang marah ketika karyanya dikoreksi atau dikomentari oleh pembaca. Seolah karya yang dibuat oleh para penulis tersebut sudah sangat baik hingga tak ada seorangpun yang pantas mengomentari hal yang dirasa kurang atau salah pada karya tersebut.

wattpad_logo-800

Padahal komentar orang terhadap karya kita akan terus berdatangan meski kita sudah mahir, bahkan meski kita sudah menelurkan banyak karya best seller. Review yang buruk juga bisa datang bahkan dari karya yang luar biasa populer. Pro dan kontra tidak akan pernah ada habisnya. Kritik pun tak jarang berdatangan. Namun keberadaan pro, kontra serta kritik atas karya kita seharusnya membuat kita bangga, minimal ada yang membaca karya kita dan mau berbagi pemahamannya atas tulisan yang kita buat. Kita juga bisa belajar lebih banyak dari pro, kontra, serta kritik yang datang terhadap karya kita.

Sayangnya, tak banyak penulis pemula yang menganggap kritik, saran, serta pro dan kontra terhadap karyanya adalah sebuah kebaikan. Kita langsung merasa tersinggung dan defensif ketika seorang menilai karya kita. Padahal penilaian seseorang atas karya kita belum tentu menyuarakan keseluruhan pendapat orang yang membaca karya kita, loh. Pendapat setiap orang atas setiap karya bisa berbeda-beda. Tergantung dari selera orang masing-masing. Menjadi penulis tidak saja perkara menghasilkan karya tulis. Menjadi penulis berarti kita siap berbagi pemikiran kepada orang lain. Jadi, kalau ada orang yang berpendapat mengenai tulisan kita jangan langsung dimusuhi, barang kali justru dari mereka kita bisa belajar lebih banyak dan menciptakan karya yang lebih baik lagi kedepannya.

Jika baru dikomentari sedikit lalu sudah marah atau tersinggung, maka kita sebagai penulis juga tidak akan berkembang. Bahkan bukan tak mungkin karya kita ditinggal pembaca karena pembaca ilfil sama penulisnya. Jangan sampai karena arogansi ini kemudian karya kita yang bagus justru tidak diterima dengan baik oleh khalayak. Sebagai penulis pasti cita-cita kita adalah membuat karya yang dapat menyentuh dan diterima oleh orang banyak, kan? 🙂

Jangan lupa untuk terus berkarya dan menebar kebaikan di manapun kita berada.
Oh ya, untuk yang ingin berkunjung dan membaca tulisan saya di wattpad bisa follow saya di wattpad dengan username KinantiWP.