Hari Aksara Internasional 2017

Lima puluh satu tahun yang lalu, PBB menetapkan 8 Septermber sebagai Hari Aksara Internasional. Iya, bahkan sejak puluhan tahun yang lalu sudah banyak orang yang sadar tentang pentingnya melek huruf. Namun sampai saat ini buta aksara masih menjadi isu, bukan hanya pada cakupan daerah namun juga di dunia intenasional.

Meski angka buta huruf di Indonesia disebut telah mencapai angka yang membahagiakan, yaitu lebih dari 97% (sumber). Namun, masih ada banyak daerah yang memiliki angka buta huruf tinggi, bahkan di Papua angka buta aksaranya masih menyentuh jumlah 28,75 % lebih. Sebuah angka yang sudah selayaknya menjadi perhatian kita bersama, bukan hanya pemerintah.

”Literacy in a Digital World” adalah tema yang tahun ini diangkat oleh UNESCO dalam merayakan Hari Aksara Internasional. Kemendikbud menerjemahkan tema tersebut menjadi “Membangun Budaya Literasi di Era Digital”. Sebuah tema unik yang tepat sasaran, mengingat semakin majunya literasi digital di seluruh dunia.

Bicara soal literasi digital blog dapat dikatakan masih menjadi pemimpinnya, namun kini muncul juga website-website khusus yang memberi ruang bagi para penulis di era milenial ini untuk memamerkan karyanya. Sebut saja widbook, bercerita, sipenulis, dan tentu tak ketinggalan wattpad yang begitu booming di tengah netizen saat ini. Keberadaan website yang mendukung dan memudahkan para pejuang dan pecinta literasi ini tentu di harapkan dapat membantu meningkatkan minat baca masyarakat.

Tapi di sisi lain, ternyata kemudahan yang ada dalam bentuk media digital itu masih juga terus menjadi peluang untuk disalahgunakan oleh oknum-oknum tertentu demi mendapatkan keuntungan pribadi. Bukan saja permasalahan plagiarisme yang memang kerap menjadi topik utama keluahan para penulis, tapi juga beredarnya buku atau ebook bajakan. Baik yang diperjualbelikan dengan harga murah tanpa hak, tapi juga yang dibagikan secara cuma-cuma.

Teachers Appreciation Week(1)

Pada perayaan Hari Aksara Internasional kali ini, aku hanya bisa berharap, ada lebih banyak lagi orang yang bisa membaca di bumi pertiwi, agar bangsa ini dapat menjadi bangsa yang lebih besar dan berjaya. Tentu juga harapan adanya kesadaran semua orang tentang betapa berharganya hak cipta pada setiap buku yang dibuat oleh penulis, dan semoga saja tak ada lagi plagiarisme dalam semaraknya dunia literasi ke depan.

Harapan yang tinggi, tentu saja. Tapi bukan berarti tidak akan tercapai dengan dukungan semua pihak.

Selamat Hari Aksara Internasional.
Salam literasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *