Resolusi 2018 Penting Nggak Sih?

Tahun udah ganti, kok kalender di rumah belom ganti ya? *plak* itu mah aku aja yang emang belom beli kalender 2018. Hehehehe… Tapi asli deh, mungkin ini adalah satu-satunya tahun baru yang nggak seheboh pergantian tahun sebelumnya. Mungkin karena aku udah tambah tua (halah), atau emang sebenernya ganti tahun ya emang cuma ganti kalender aja sih. Eh ngomong-ngomong ini blog belum lumutan kan saking jarangnya aku tulis? hahahaha… Blogger macam apa lah saya ini, kebanyakan nulisnya buat orang lain (yang bayar) dari pada buat blog sendiri.

Tahun lalu aku memulai tahun dengan sangat bersemangat, sampe bikin resolusi ini dan itu untuk tahun 2017 lalu. Alhamdulillah sih semua resolusiku tercapai kecuali ngurusin badan (eh). hahahaha… Aku tahu semua jenis resolusi itu bisa aja tercapai kalau mau usaha. Resolusi menulisku jelas tercapai karena aku usaha nulis tiap hari menghasilkan beberapa antologi (yang jumlah melebihi resolusiku), jadi kontributor penulis di salah satu media, dan juga menerbitkan novelku (yang jadwal terbitnya 2018). Tapi soal ngurusin badan satu-satunya usaha yang aku lakukan adalah tidak makan (hanya) saat puasa dan tidur, selebihnya satu mulus saya tidak berhenti makan. Udah jelas kan ya? hahaha..

Tapi mari berpisah dengan resolusi 2017 dan melangkah menuju 2018. Lalu gimana sama resolusi 2018?
Sebenernya penting nggak sih punya resolusi tahunan? Karena aku merasa tahun ini akan lebih menyenangkan tanpa perlu membuat resolusi. Aku tahu sih resolusi itu dibuat untuk menciptakan target untuk diri kita sendiri dan mengukur keberhasilan kita. Tapi kok kayanya pake resolusi jadinya ngoyo banget ya?

2018

Tapi baiklah, aku tetep bikin resolusi deh buat 2018. And, here it is…
1. Lebih rajin ibadah
2. Lebih rajin nulis
3. Labih rajin olahraga
4. Lebih sabar
5. Lebih banyak bermanfaat bagi orang lain

Udah gitu aja resolusinya.
Kok nggak detail? Itu cukup detail kok dan kalau benar-benar dilakukan maka hasilnya pasti mengikuti. Bukankah hasil akhir adalah buah dari proses? Jadi aku lebih memilih untuk menjadikan prosesnya sebagai resoluisku tahun 2018 ini. Sedangkan hasilnya aku serahkan kepada Allah SWT yang tentu lebih tahu apa saja yang baik untukku.

Nah kalau kamu, udah bikin resolusi 2018? Aku nggak pengen kepo sama resolusimu, aku cuma pengen ikut mendoakan agar resolusinya dapat berjalan dengan maksimal dan mendapat hasil sesuai harapan.

Anyway, SELAMAT TAHUN BARU, ya semuanya. Telat 8 hari nggak apa-apa lah ya. Hehehehe…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *