Mertua VS Menantu

“Menantuku itu bodoh. Tahunya cuma menghabiskan uang anakku, ngurus anak saja nggak becus.” Seperti itu kata sang mertua.
Mertuaku kejam. Setiap hari kerjanya marah-marah terus, apa saja yang aku lakukan selalu salah di matanya.” Begitu keluh sang menantu.

Apakah dua kalimat di atas tadi pernah Anda dengar? Atau justru Anda sendiri yang pernah mengatakannya? Kita memang tidak bisa menutup mata dan telinga dari cerita miring kehidupan mertua vs menantu. Kengerian dan ancaman pada kehidupan rumah tangga bukan hanya ada di luar rumah, tapi kebanyakan malah datang dari dalam lingkaran itu sendiri. Menceritakan kisah drama mertua versus menantu seolah mengulang dongeng 1001 malam yang tak ada habisnya. Setiap orang punya kisah yang berbeda. Setiap mertua punya pemikiran yang berbeda-beda tentang menantunya. Setiap menantu juga pasti menyimpan perasaaan yang berbeda-beda pada mertuanya.

Tapi benarkah? Semengerikan itukah?

MertuaMenantu

Hubungan yang tidak harmonis diantara mertua dan menantu biasanya terjadi akibat salah satu, atau bahkan kedua belah pihak, merasa menjadi orang yang paling berhak memiliki. Sang mertua menganggap anaknya masih merupakan haknya. Di lain pihak, sang menantu merasa pasangannya kini adalah miliknya. Tapi….

Pengalaman pernah mengajarkan saya bahwa memiliki mertua adalah mimpi terburuk dalam kehidupan saya. Lebih mengerikan dibanding kisah horor yang hadir ketika sedang terlelap. Karena horor yang satu ini, hidup di dalam kehidupan sehari-hari saya. Dari pengalaman saya, saya tahu bahwa mertua selalu datang mengintervensi, ikut campur dalam setiap masalah yang hadir dalam rumah tangga, bahkan tak jarang mereka justru menjadi awal hadirnya perdebatan. Mertua datang seolah sebagai pahlawan super yang mengetahui segalanya, memahami semua hal, dan paling benar. Sedangkan sebagai menantu, saya dianggap tidak mampu melakukan apa-apa.

Bahkan saya pernah tidak diakui sebagai menantu di depan keluarga besar mereka. Mereka menyembunyikan saya seolah saya adalah aib keluarga. Kemudian berusaha sekuat tenaga menjauhkan anaknya dari saya, seolah saya adalah virus menular. Bukan hanya itu, anak saya pun pernah disembunyikan dari tetangga dan kerabat mereka. Setahun awal kehidupan anak saya, tak ada keluarga, kerabat, ataupun tetangga mereka yang mengetahui keberadaan anak saya. Jangankan menengok cucunya, menanyakan kabar via telepon pun jarang mereka lakukan. Mereka juga hampir tidak pernah membantu dalam hal finansial, justru ibu saya lah yang dulu menopang kehidupan rumah tangga kami dari hari ke hari.

Bisa Anda bayangkan seperti apa hidup saya saat itu?

Untungnya masa-masa itu sudah terlewati dan menjadi sejarah hidup saya. Sejak saya berpisah dengan suami pertama, Alhamdulillah sudah tidak ada lagi urusan antara saya dan bekas mertua saya. Apapun yang dikatakannya setelah perceraian saya dengan anaknya sudah tidak lagi menjadi pikiran saya. Jika dia ingin berkomentar tentang saya atau cara saya mendidik anak saya, silahkan mengantre disebelah kiri. Mungkin suatu hari nanti saya akan punya waktu untuk menanggapinya. Keberadaan mereka hampir tak terpetakan dalam kehidupan saya, apa lagi pada diri anak saya yang hanya menyisakan sedikit sisa ingatan dan kenangan tentang tahun-tahun awal kehidupannya.

Diakui atau tidak, pengalaman buruk memiliki mertua yang luar biasa mengerikan ternyata menjadi bayang-bayang hitam dalam kehidupan saya. Terutama ketika beberapa tahun setelahnya, seorang pria datang untuk menikahi saya. Pria yang hendak menikahi saya adalah seorang bujangan, sedangkan status saya saat itu adalah janda dengan seorang anak. Keraguan muncul karena saya membayangkan tentang orangtuanya. Seperti apa pikiran mereka ketika mengetahui bahwa anak bujangnya ingin menikahi saya yang adalah seorang janda dengan paket lengkap. Dulu saja tanpa predikat janda, kehidupan saya dengan mertua saya sangat mengerikan.

Bagaimana jika semua itu terulang lagi? Bagaimana jika hubungan saya dengan mereka tidak baik? Bagaimana jika mereka tidak bisa menerima status saya? Lebih lagi saya membayangkan, bagaimana jika mereka tidak bisa menerima kehadiran anak saya? Bagaimana jika mereka memperlakukan anak saya dengan buruk? Bagaimana jika mereka membedakan anak saya dengan cucu-cucu kandung mereka? Ada terlalu banyak “bagaimana” yang terlintas di pikiran saya saat itu. Pikiran-pikiran negatif tak bisa saya hilangkan begitu saja. Belum lagi keraguan saya untuk kembali mencicipi kehidupan rumah tangga, serta ketakutan saya jika kegagalan rumah tangga akan terjadi lagi dikemudian hari. Terlalu mengerikan untuk dibayangkan.

Namun, ternyata pria gigih itu, yang kini menjadi suami saya juga ayah bagi anak-anak saya, berhasil meyakinkan saya untuk kembali memasuki indahnya gerbang rumah tangga. Dengan segala teori buruk di benak saya yang terlanjur berkembang, saya harus menerima kenyataan bahwa kami akan tinggal di rumah orangtuanya. Segera setelah menikah. Dua tahun usia pernikahan kami ketika memutuskan untuk mulai hidup mandiri. Dua tahun yang singkat itu menyadarkan saya akan banyak hal, terutama tentang hubungan antara mertua dan menantu. Dua tahun awal pernikahan kami, mata saya terbuka bahwa masih ada mertua yang baik, tidak seperti yang dikatakan semua orang, tidak juga seperti pengalaman buruk saya sebelumnya.

Mertua saya mungkin adalah mertua terbaik yang bisa didapatkan oleh seorang menantu. Mereka tak pernah melakukan intervensi terhadap setiap keputusan dalam rumah tangga anak-anaknya, bahkan meski anak dan menantunya tinggal seatap dengan mereka. Mereka memberi masukan ketika diminta. Mereka menasehati ketika dibutuhkan. Mereka hadir dalam naik-turun gelombang pernikahan anak dan menantunya, tanpa sekalipun berusaha untuk mengambil alih kemudi. Tak pernah menilai buruk anak dan menantunya, tak pernah membedakan kasih antara semuanya.

Sudah menjadi hal yang lumrah jika kami datang untuk menginap dan kemudian mereka menyuguhkan segala yang kami inginkan. Mereka menjamu dan memanjakan kami dengan begitu luar biasa. Menyayangi dan memperhatikan anak-anak saya tanpa perbedaan. Meminta pendapat saya dalam menentukan hal ini dan itu seperti orangtua saya sendiri, meski mereka bukanlah pasangan yang melahirkan dan membesarkan saya. Tak pernah ada perbedaan perlakuan mereka terhadap anak-anaknya, juga menantu-menantunya, semua sama rata, semua sudah dianggap anak bagi mereka.

Semua kabut ketakutan yang dulu pernah menyelimuti hati saya, kini telah sirna. Segala bayangan tentang keburukan hubungan mertua dan menantu yang sempat saya miliki dulu, juga telah lenyap. Allah SWT begitu terang-terangan menunjukan kepada saya tentang kasih yang sebenarnya dalam kehidupan berumah tangga. Allah SWT begitu berbaik hati dengan memberikan saya mertua yang sempurna.

Ayah dan Mama adalah orangtua kedua saya, yang kepada mereka saya dapat menceritakan segalanya tanpa perlu ditutup-tutupi. Ayah dan Mama adalah orangtua kedua saya, yang menunjukan bahwa segalanya bisa indah meski badai pernah menghampiri. Ayah dan Mama adalah orangtua kedua saya, yang selalu ingin saya buat bahagia dan bangga karena memilih untuk mencintai saya tanpa syarat.

Mertua dan menantu sesungguhnya adalah orang yang saling menyayangi. Mereka berbagi kehidupan dengan orang-orang yang sama. Saudara, anak, pasangan, dan cucu-cucu mereka. Hanya saja kadang mereka lupa untuk berbagi. Berbagi tempat untuk sama-sama mengasihi. Berbagi waktu untuk bersama-sama mencintai. Berbagi hati untuk saling memahami.

Mungkin kali ini, saya hanya beruntung mendapatkan mertua sebaik mereka. Namun, mungkin saja sebenarnya semua orang bisa memiliki hubungan mertua dan menantu seperti yang saya miliki saat ini. Jika saja semua pihak mau terbuka untuk berdialog, duduk sejajar untuk berdiskusi, memaklumi setiap kekurangan yang ada, menghargai segala kelebihan yang dimiliki oleh setiap insan, dan tentu saja, melakukan hanya hal-hal yang memang menjadi bagiannya. Tak akan ada lagi drama mengerikan tentang mertua vs menantu. Terlebih, jika setiap orang mengerti bahwa sejauh apapun kita pergi, keluarga adalah tempat kita akan kembali.

____________
FYI, tulisan mertua vs menantu ini tadinya dibuat untuk mengikuti salah satu antologi, namun karena satu dan lain hal tulisan ini saya tarik kembali dan saya posting di blog agar menjadi pelajaran bagi kita semua.

Angan Semu Tentang Kesombongan

Pernah merasa bahwa kita telah meraih sangat banyak hal dalam hidup? Pernah merasa kita sangat dibutuhkan oleh orang lain? Pernah merasa bahwa kita seseorang yang penting? Semua perasaan itu adalah angan semu tentang kesombongan diri kita.

Forever Fragrance

Iya, semua itu hanya sekedar angan semu yang terhembus akibat kurangnya kesadaran diri kita atas pemberian dari Allah. Karena semua yang kita miliki sekarang, bukan benar-benar miliki kita. Semua yang kita miliki adalah pemberian, bahkan hanya titipan yang kapan saja bisa diambil oleh Sang Pemilik Kehidupan.

Lalu apa yang bisa kita sombongan dari semua titipan itu? Pantaskah kita pongah atas hal-hal yang tidak benar-benar kita miliki?

Well, saya tahu tulisan ini mungkin agak dianggap terlalu menggurui. Saya memang bukan guru, saya hanya manusia yang tak pernah lelah belajar, baik pelajaran yang diberikan oleh orang lain, maupun ilmu yang ditawarkan oleh kehidupan. Tapi saya hanya ingin membagi pemikiran saya tentang betapa imajinernya pemikiran kita terhadap hal-hal yang kita miliki hingga membuat kita sering terserang penyakit sombong.

Kita semua pasti pernah melihat seorang petinggi negara yang begitu hebat, yang begitu di kagumi, yang bekerja dengan luar biasa, namun kemudian dipenghujung karier atau usianya semua kehebatan itu musnah salam sekali jentikan jari. Itu sebuah pertanda yang jelas dari Allah, bahwa kehebatan, tahta, dan penghormatan itu adalah sebuah pemberian dari Allah, hanya sekedar titipan yang akan diambil kembali.

Kita juga mungkin sering melihat seorang selebriti yang begitu rupawan, yang sangat dikenal, yang bakatnya tak diragukan lagi, namun kemudian tersandung masalah ini dan itu hingga membuatnya tersingkir dari ketenaran. Bukankah itu juga sebuah pertanda yang jelas dari Allah, bahwa semua keindahan, kepopuleran, bahkan bakat yang kita miliki hanyalah sebuah pinjaman yang pasti akan diminta kembali oleh Sang Pemilki.

Tak jarang kita melihat seorang genius yang pemikiran-pemikirannya begitu luar biasa, juga seorang pemuka agama yang jamaahnya mencapai angka jutaan, dan pengusaha yang hartanya tak terhitung jumlahnya, kemudian Allah mencabut nyawanya tanpa aba-aba. Kemudian habislah semua kedigdayaannya dalam sekejap mata. Bukankah itu pertanda yang jelas bahwa segala yang ada bukan benar-benar milik kita.

Karier, ilmu, dan bakat yang kita miliki adalah barang sewaan yang punya batas waktu. Kita tak tahu kapan waktunya habis, tapi tak ada yang abadi. Harta, tahta, bahkan keluarga kita pun hanya pinjaman yang bisa diambil kapan saja. Bahkan jika saja kita ingat bahwa selalu ada langit diatas langit, bahwa selalu ada orang yang lebih pintar dari kita, lebih kaya dari kita, lebih hebat dari kita, seharusnya kita malu menyimpan kesombongan.

Lalu apa yang membuat kita sombong? Bukankah kita tak pernah memiliki kendali atas apapun? Bukankah kita bahkan tak pernah bisa menebak hidup kita sedetik yang akan datang? Bukankah kita tak punya kuasa yang mampu melebihi ketentuan Allah? Lalu apa yang membuat kita pantas menjadi orang yang angkuh?

Lupakah kita pada Allah hingga masih memelihara angan semu tentang kesombongan terhadap hal-hal yang saat ini kita miliki? Karena bahkan jika Allah berkehendak, Ia bisa saja mencabut semua hidayah yang ada pada diri seorang manusia. Karena bahkan jika telah datang waktunya, jasad ini hanya akan kembali menyatu dengan tanah.

Renungi semuanya, wahai kawan. Jangan simpan kesombongan itu pada hatimu. Biarkan segala yang kini kita miliki membuat kita semakin mensyukuri kebaikan-kebaikan Allah.  Jangan simpan keangkuhan itu pada pikiranmu. Jangan tunggu murka Allah atas sifatmu. Karena kemurahan yang Allah beri itu bahkan terlalu banyak jika dibandingkan dengan kepatuhan dan ketaatan kita pada-Nya.

main-qimg-a00bcf919ebffed20ea8bdbcabc0b4ae-c

source : quora.com

Hari Aksara Internasional 2017

Lima puluh satu tahun yang lalu, PBB menetapkan 8 Septermber sebagai Hari Aksara Internasional. Iya, bahkan sejak puluhan tahun yang lalu sudah banyak orang yang sadar tentang pentingnya melek huruf. Namun sampai saat ini buta aksara masih menjadi isu, bukan hanya pada cakupan daerah namun juga di dunia intenasional.

Meski angka buta huruf di Indonesia disebut telah mencapai angka yang membahagiakan, yaitu lebih dari 97% (sumber). Namun, masih ada banyak daerah yang memiliki angka buta huruf tinggi, bahkan di Papua angka buta aksaranya masih menyentuh jumlah 28,75 % lebih. Sebuah angka yang sudah selayaknya menjadi perhatian kita bersama, bukan hanya pemerintah.

”Literacy in a Digital World” adalah tema yang tahun ini diangkat oleh UNESCO dalam merayakan Hari Aksara Internasional. Kemendikbud menerjemahkan tema tersebut menjadi “Membangun Budaya Literasi di Era Digital”. Sebuah tema unik yang tepat sasaran, mengingat semakin majunya literasi digital di seluruh dunia.

Bicara soal literasi digital blog dapat dikatakan masih menjadi pemimpinnya, namun kini muncul juga website-website khusus yang memberi ruang bagi para penulis di era milenial ini untuk memamerkan karyanya. Sebut saja widbook, bercerita, sipenulis, dan tentu tak ketinggalan wattpad yang begitu booming di tengah netizen saat ini. Keberadaan website yang mendukung dan memudahkan para pejuang dan pecinta literasi ini tentu di harapkan dapat membantu meningkatkan minat baca masyarakat.

Tapi di sisi lain, ternyata kemudahan yang ada dalam bentuk media digital itu masih juga terus menjadi peluang untuk disalahgunakan oleh oknum-oknum tertentu demi mendapatkan keuntungan pribadi. Bukan saja permasalahan plagiarisme yang memang kerap menjadi topik utama keluahan para penulis, tapi juga beredarnya buku atau ebook bajakan. Baik yang diperjualbelikan dengan harga murah tanpa hak, tapi juga yang dibagikan secara cuma-cuma.

Teachers Appreciation Week(1)

Pada perayaan Hari Aksara Internasional kali ini, aku hanya bisa berharap, ada lebih banyak lagi orang yang bisa membaca di bumi pertiwi, agar bangsa ini dapat menjadi bangsa yang lebih besar dan berjaya. Tentu juga harapan adanya kesadaran semua orang tentang betapa berharganya hak cipta pada setiap buku yang dibuat oleh penulis, dan semoga saja tak ada lagi plagiarisme dalam semaraknya dunia literasi ke depan.

Harapan yang tinggi, tentu saja. Tapi bukan berarti tidak akan tercapai dengan dukungan semua pihak.

Selamat Hari Aksara Internasional.
Salam literasi.

Warkop DKI Reborn : Jangkrik Boss Part 2

Setelah menunggu hampir setahun, para pecinta film Indonesia kembali dihibur dengan hadirnya Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss! Part 2. Film ini merupakan kelanjutan dari film komedi Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss Part 1 yang dirilis tahun 2016 lalu. Disutradarai oleh Anggy Umbara, film ini kembali mengadaptasi film-film original Warkop DKI. Antusiasme penonton yang menantikan pemutaran film ini pun ditanggapi dengan cukup baik oleh Falcon Pictures, terlihat dari dijualnya tiket pre-sale penayangan Jangkrik Bos Part 2 di beberapa bioskop, dan juga promo yang sangat gencar dilakukan oleh aktor-aktor pendukung.

warkop-dki

source : jawapos

Aku sebagai pecinta film yang juga menonton versi Jangkrik Boss Part 1 jelas menantikan film ini. Jadi Sabtu kemarin, di hari ketiga penayangan, aku akhirnya mendatangi XXI untuk menyaksikan sendiri kelucuan trio DKI. Film Jangkrik Boss Part 2 ini menceritakan kelanjutan pertualangan Dono (Abimana Aryasatya), Kasino (Vino G Bastian) dan Indro (Tora Sudiro) dalam mencari harta karun yang akan mereka gunakan untuk membayar hutang.

photo_2017-09-04_14-30-39

Berawal di Negri Jiran, Malaysia perjalanan mereka di mulai untuk mencari tas berisi kode harta karun yang tertukar dengan tas milik wanita cantik bernama Nadia (Fazura). Pencarian harta karun tersebut akhirnya membawa trio DKI ke berbagai macam tempat yang tak pernah terpikirkan, sampai mendatangi di sebuah pulau angker tak berpenghuni.

Di pulau angker tersebut, Dono, Kasino, Indro, terpisah dan harus berhadapan dengan hantu-hantu menyeramkan nan menggelikan. Kejadian dan peristiwa lucu yang dihadirkan mampu memecahkan tawa para penonton yang memenuhi barisan-barisan kursi studio bioskop. Pada film keduanya ini terdapat beberapa twist yang tidak terduga. Film ini juga mengangkat cuplikan beberapa film legendaris di era tahun 80-90an.

Meski masih bergenre humor, tapi film kedua ini gimik lucunya kurang terasa padat dibanding film pertamanya. Warkop DKI Reborn part 2 ini tetap dapat dijadikan hiburan yang menarik, asal kalian tidak membuat expektasi tertentu untuk kelucuannya. Film yang masih menampilkan Indro Warkop, Hanna Al Rashid, Babe Cabita, dan Ence Bagus. Film Part 2 ini juga telah berhasil memecahkan rekor dari film pertama mereka, sekaligus rekor penonton dalam sejarah perfilman tanah air. Dalam 2 hari penayangan, Warkop DKI Reborn : Jangkrik Bos Part 2 telah mendapatkan satu juta penonton dari seluruh tanah air. Berdasarkan pantauanku beberapa bioskop juga menayangkan film ini di beberapa studio yang disedikan, bahkan ada bioskop yang kelima studionya hanya menayangkan film Warkop DKI Reborn : Jangkrik Bos Part 2. Sebuah pencapaian baik yang pantas diacungi jempol.

warkop

source : tempo

Pekerjaan Penulis yang Dapat Dijadikan Pilihan Profesi

Menulis merupakan hobi yang cukup digemari belakangan ini. Meskipun minat baca orang Indonesia dapat dikatakan minim, namun beragam pekerjaan penulis tetap dibutuhkan dan populer.Bagi kamu yang suka menulis,empat jenis pekerjaan ini mungkin cocok untukmu.

magazine-journalist

source : www.ucas.com

Jurnalis
Jurnalis atau lebih dikenal dengan sebutan wartawan adalah orang yang melakukan kegiatan jurnalistik atau laporan berita. Tulisan jurnalis umumnya dimuat di media massa secara teratur. Jurnalis dapat bekerja secara lepas (freelance) atau dapat pula bekerja pada perusahaan-perusahaan media massa. Pekerjaan ini diatur dan dilindungi oleh pemerintah melalui Undang-Undang nomor 40 tahun 1999 tentang Pers. Beberapa organisasi yang telah diakui Dewan Pers, yakni Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Aliansi Jurnalis Independen (AJI) dan Asosiasi Jurnalis Televisi Indonesia (AJTI). Jika kamu berminat menjadi Jurnalis kamu bisa merencanakan untuk mengambil kuliah jurusan jurnalistik atau komunikasi. Atau mengirimkan lamaran pekerjaan ke media-media massa yang sedang membutuhkan wartawan, karena persyaratan setiap perusahaan media massa juga bisa berbeda-beda.

Reviewer
Pekerjaan sebagai reviewer seringkali dianggap remeh, namun pekerjaan penulis jenis ini justru dapat menghasilkan pundi-pundi rupiah yang tak sedikit. Reviewer bekerja dengan cara menuliskan penilaian tentang produk (barang atau jasa) dan kemudian mendapatkan imbalan berupa barang, jawa, ataupun uang. Pekerjaan ini cukup populer sejak keberadaan blog. Orang dengan visitors blog yang tinggi dan memiliki tulisan yang baik akan mendapatkan banyak tawaran untuk melakukan review. Biasanya blogger yang hendak menjadi reviewer akan membiasakan diri membuat ulasan tentang produk-produk yang digunakannya. Jika kamuberminat menjadi reviewer, kamu bisa mulai membangun pembaca blogmu dan membuat ulasan-ulasan tentang hal-hal yang kamu sukai atau benda-benda yang sering kamu gunakan.

Cerpenis
Kamu suka membuat cerpen. Coba kirimkan cerpenmu ke media massa yang menerima cerpen. Ada banyak media yang menerima tulisan dalam bentuk cerpen untuk dipublikasikan. Tapi kamu harus ingat, cerpen yang dibuat harus sesuai dengan media yang kamu tuju. Tentu kamu tidak bisa mengirimkan cerpen tentang cinta ke majalah Bobo, atau mengirimkan cerpen teenlit ke majalah Femina. Perhatikan cerpen-cerpen yang pernah dipublikasikan oleh media yang kamu ingin tuju, kemudian buatlah cerpenmu sesuai dengan karakter tersebut. Selain mengirimkannya ke media massa, kamu juga dapat membuat buku kumpulan cerpen dan mempublikasikannya. Baik menerbitkan dengan cara bekerja sama dengan penerbit major ataupun menerbitkannya sendiri (self publishing).

Penulis Buku
Bagi banyak penulis pekerjaan sebagai penulis buku, baik itu fiksi ataupun non fiksi, tentu menjadi pekerjaan impian. Menerbitkan buku dan menjadikannya sebagai best seller pastilah menghembuskan angin surga dalam bayangan setiap penulis.Kmu dapat mencoba mengirimkan karya tulismu pada penerbit-penerbit major atau menerbitkan sendiri bukumu. Selain itu, kamu juga dapat memanfaatkan beberapa platform menulis sebagai media publikasi karyamu, seperti blog atau wattpad yang kini sangat populer. Bukan tidak mungkin bukumu justru lahir dari tulisan-tulisanmu di blog atau wattpad. Nama Raditya Dika mungkin menjadi contoh blogger yang paling sukses dalam menerbitkan buku. Berawal dari kegemarannya menulis blog, Radit menerbitkan buku Kambing Jantan di tahun 2005 dan hingga kini sudah memiliki sedikitnya enam buku lainnya. Generasi wattpad pun tak kalah Berjaya, kini jika kamu pergi ke toko buku ada banyak buku dengan label “wattpad-lit”, buku-buku tersebut merupakan karya-karya para penulis wattpad yang cukup diminati oleh pasaran.

source: blog.wattpad.com

source: blog.wattpad.com

Nah, jadi pekerjaan penulis yang mana yang kamu inginkan? Sambil menetapkan hati dan pikiranmu, ada baiknya kamu juga terus menulis dan mempelajari ilmu-ilmu yang berkaitan dengan dunia kepenulisan.