Aktifitas Pagi di Media Sosial

Apa sih aktifitas pagi kalian? Setelah bangun tidur yang dicari itu hp dulu kah? cek media sosial kah?

Saya sebenarnya adalah orang yang paling jarang aktif di sosial media ketika pagi hari.
Kenapa?
Karena pagi adalah waktu saya untuk mengurus segala urusan domestik, yaitu suami, anak dan rumah. Saya memang membiasakan diri untuk tidak mencari hp segera setelah bangun tidur. Karena saya tau, kalau sudah pegang hp biasanya ada magnetnya yang bikin kita ga bisa berhenti, cek facebook, cek grup whatsapp, cek line, cek instagram, cek telegram dan banyaaaaak lagi yang rasanya perlu di cek. ?
Dengan membiasakan diri tidak membuka hp di pagi hari saya jadi bisa lebih fokus untuk mengurus urusan domestik. Setelah itu semua selesai baru saya mulai pegang hp. Biasanya sekitar jam 9/10 pagi (selepas dhuha) saya baru mulai pegang hp.
Orang-orang yang sudah lama berbisnis dengan saya tahu, bahwa jika ada hal yang urgent di pagi hari sebelum jam tersebut mereka harus telepon saya, karena kalau hanya chat ke wa/line/telegram pasti saya slow response.
Selain itu, kalau pagi-pagi udah buka socmed dan melihat atau membaca hal-hal yang tidak kita sukai biasanya akan merusak mood juga. Makanya saya cukup menghindari socmed di awal hari saya. Agar mood pagi saya tetap baik dan tidak rusak.

Pada dasarnya, apapun aktifitas pagi yang kita pilih, maka jadikanlah itu sebagai kebiasaan yang baik dan pastikan prioritas pagi kita tidak akan merusak mood di awal hari. Mood yang buruk di awal hari akan membuat kita memiliki aura negatif sepanjang hari.

Oh ya, setelah banyak pertimbangan saya akhirnya membuat channel telegram pribadi. Untuk teman-teman yang ingin mengikuti sharing saya terkait bisnis, menulis dan hal-hal domestik, teman-teman bisa join di link https://t.me/KawanKinanti. Di sana saya akan berbagi seputar bisnis, nulis dan keluarga.

kawan kinanti

channel ini telah berjalan selama seminggu dan sudah ada beberapa sharing yang saya bagikan. Teman-teman juga bisa berteman dengan akun-akun media sosial saya melalui :
FB Kinanti WP
Instagram @kinantiwp

Saya tunggu sapaan teman-teman di media sosial saya, ya. ?

Sukses Bukan Hanya Persoalan Dunia

Saya adalah satu dari sedikit orang yang suka belajar. Mungkin bisa dibilang bahwa hobi saya sebenarnya adalah belajar. Makanya saya selalu membaca, nonton, bertukar pikiran dan mengamati. Kalau ditanya prestasi akademik, saya bisa menjawab dengan bangga bahwa saya lulus kuliah dengan predikat cumlaude dan merupakan lulusan terbaik di angkatan saya.

Photo source : google

Photo source : google

Tapi belajar tentang manusia itu jauh lebih rumit dibanding belajar rumus apapun. Karena manusia tidak punya formula yang paten, maka manusia adalah unsur yang sulit sekali dipelajari.

Di bisnis Moment, saya banyak bertemu orang-orang dengan berbagai latar belakang. Baik yang berasal dari daerah atau kota besar, baik yang lulusan sekolah menengah hingga yang gelar pendidikannya lebih panjang dari namanya, baik yang seagama dengan saya maupun yang berbeda. Berbagai latar belakang ini juga menghasilkan manusia dengan karakter yang berbeda-beda. Seperti yang kita semu ketahui, setiap manusia itu unik.

Tapi yang saya pelajari adalah..
Mereka yang sukses adalah mereka yang haus akan ilmu. Mereka yang sukses adalah mereka yang mau mengeluarkan uang, waktu, tenaga untuk mengejar ilmu. Ilmu yang sebetulnya begitu mudah didapat di era digital seperti sekarang ini, ternyata masih menjadi pembeda antara orang yang sukses dan orang yang gagal. Karena meski ilmu banyak bertebaran dimana-mana, training dan seminar gratis juga sangat mudah ditemukan, namun tekat untuk belajar dan kemauan untuk menjadi lebih baik adalah ukuran pembeda dalam kesuksesan manusia.

Saya mungkin hanya beruntung, terlahir dijaman digital yang menyediakan “makanan lezat” untuk jiwa dan kepala saya. Saya mungkin hanya beruntung, terlahir dari ibu dan ayah yang suka membaca. Saya mungkin hanya beruntung, terlahir sebagai seorang muslim yang diajarkan untuk terus belajar dan mengejar ilmu hingga ajal menjemput.

Tapi saya yakin kesuksesan bukan soal keberuntungan.
Saya yakin sukses adalah hasil dari ilmu dan amal.
Maka disinilah saya, belajar pada dunia, dan berusaha beramal sebaik yang saya bisa.
Karena sukses bukan hanya persoalan di dunia, tapi juga di akhirat.

 

Kalian bilang kami murahan

Kalian bilang kami murahan, karena kami memilih untuk melakukan sex bebas.

Kalian bilang kami murahan, karena kami hamil diluar nikah, bahkan beberapa dari kami mengalaminya diusaha remaja. Karena MBA, bahkan beberapa dari kami melakukannya diusia remaja. Karena kami memilih untuk mempertahankan anak kami, walau ia (kalian sebut) anak haram.

 

Yang kalian harus tau adalah, kami mungkin pelaku sex bebas tp kami bukan pelaku kriminal, kami memang salah memilih jalan kami, tapi kami tidak pernah menjerumuskan teman, saudara, adik kami ke jalan yang salah. Kami sepenuhnya sadar kesalahan kami dalam memilih jalan kami. Tp tidak perlu kalian memandang kami sebelah mata hanya karena kalian perawan/perjaka sampai menikah, memangnya kalian pikir kalian tak punya dosa?

Yang kalian harus pahami adalah, kami mungkin hamil diluar nikah, MBA dan mempertahankan anak kami (yg kalian sebut anak haram), tp paling tidak kami bukan pelaku kriminal, apa lg seorang pembunuh! Kami bukan orang munafik yg berusaha sempurna dimata kalian sampai harus membunuh anak kami sendiri, membuang anak kami sendiri bahkan tidak mengakui anak kami sendiri. Kami bertanggung jawab atas kelasalahan kami, bertanggung jawab atas dosa kami, kami merawat anak kami sebaik-baiknya.

Kalau saja kalian sadar, perilaku kalian yg memandang rendah kami adalah hal fatal. Karena kecenderungan perilaku buruk kalian lah maka semakin banyak kasus aborsi terjadi, makin banyak kasus pembunuhan perempuan muda yg tengah hamil terjadi, makin banyak kasus pembuangan anak terjadi.

Cara kalian memperlakukan kami bukannya memberi efek jera pada para pelaku sex bebas, kalian malah menimbulkan ketakutan pada kejadian hamil diluar nikah. Orang lebih malu hamil diluar nikah dari pada jadi pembunuh anaknya sendiri.

Yang menyedihkan adalah pemikiran kalian banyak memakan korban. Dan korbannya adalah perempuan muda dan bayi-bayi tak berdosa. Yang paling mengenaskan adalah semakin banyak orang tua yg tega memaksa anaknya melakukan aborsi saat tau anaknya hamil diluar nikah. Dunia ini sudah bukan gila lagi. Dunia ini salah persepsi.

Kalian pikir mudah bagi kami menjalani hari-hari kami? Tanpa cemoohan dari mulut jahat kalian pun hari kami sudah cukup berat.

Kalian pikir mudah bagi kami mengambil pilihan? Tanpa cemoohan dari mulut jahat kalian pun pilihan kami sudah cukup berat.

Hati-hati, banyak dari kalian yg mencemooh kami pada akhirnya merasakan malu yg sama. Bedanya mungkin kalian lebih memilih untuk membunuh dari pada bertanggung jawab.

Memang kami salah memilih jalan kami. Tapi bukan berarti kalian bebas mencap kami dan anak kami dengan label tertentu. Pikirkan! Camkan!